Senin, 26 Juli 2010

HIKAYAT ZAKARIA

Hikayat Islam Mengenai Zakaria, Maryam, Yahya, dan Isa

A. Pendahuluan
Dalam kisah para nabi yang sering didengar atau diketahui itu ada 24 nabi sebelum Muhammad yang tercantum namanya dalam Al-Qur’an salah satunya Nabi Zakaria yang bisa diketahu melalui kitab-kitab suci yaitu Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Disini penulis akan menyampaikan dan menjelaskan tentang Hikayat Zakaria yang isi naskah ini tentang kisah Zakaria, yahya dan Isa beserta Maryam ibunya. Adapun yang akan penulis jelaskan adalah mengenai diskripsi naskah, perbandingan naskah, dan transliterasi naskah.

B. Diskripsi Naskah
Ada tiga naskah yang membahas hikayat Zakaria dalam katalogus Van Ronkel yang tersimpan dalam musium Pusat Jakarta dan penulis memaparkan tentang terjemahannya yang sudah disalin dengan bahasa Indonesia yaitu sebagai berikut:
1. Bat. Gen. 201 yang formatnya 18 X 13 cm; pada tiap halaman terdapat 13 baris bertulis. Tebal naskah berjumlah 116 halaman, dibuat pada tanggal 24 Rabi’ul awal tahun 1241 Hijriah. Adapun judul naskah adalah Riwayat Al-Masih yang menceritakan tentang Zakaria, Maryam, Yahya serta Isa tapi yang paling banyak diceritakan disini mengenai kisah Nabi Isa dari dia lahir, diangkat jadi nabi, mukzizat-mukzizatnya dan banyaknya orang yang tobat dibuatnya. Berdasarkan catatan yang terakhir kitab atau naskah ini dirapikan oleh Gubenur Jenderal Van der Capelleh dan naskah tersebut sudah tidak ada lagi.
2. Coll. V. d. Wall 104, format naskah berukuran 32 X 20 cm, tebalnya 82 halaman dan pada tiap-tiap halaman ada 9 baris bertulis dan hanya bagian kiri dari tiap halaman berisi. Naskah ini dibuat pada tanggal 17 Januari 1845 Masehi dengan judul Naskah Nabi Zakaria, dan halaman terakhir berceritakan tentang hikayat Maryam, dalam penceritaan naskah ini cerita Zakaria relatif sedikit dan lebih banyak menceritakan tentang Maryam, Yahya dan Isa, demikian juga tentang Iblis yang berkali-kali muncul dalam rangkaian cerita, juga ramalan Isa tentang adanya nabi sesudahnya, dan isi naskah diakhiri dengan kematian seorang pemuda yang mirip dengan Isa.
3. Coll. V. d. Wall 105, dengan format berukuran 18 x 11 cm, tebal 148 halaman dan pada tiap halaman berisi 9 baris bertulis. Dibuat pada hari sabtu tanggal 20 Ramadhan tahun 1278 Hijriah dengan judul Hikayat Nabi Allah Isa dikandungkan ibunya Siti Maryam.
Dari tiga naskah diatas yang masih ada sampai sekarang yaitu naskah 104 dan 105, sedangkan naskah 201 sudah tida ada lagi dan kedua naskah itu bisa diketahui di Musium Pusat Jakarta, sedang di perpustakaan Ignatius Yogyakarta hanya naskah terjemahan dan sudah dikaji secara mendalam dan menyeluruh dari tiga naskah tersebut, Dua naskah tersebut adalah milik atau koleksi H. Von de Wall, beliau seorang yang mempunyai koleksi besar naskah-naskah Melayu, Arab, Jawa dan naskah tersebut diwariskan kepada pemerintahan Hindia Belanda, lalu dititipkan di Musium Pusat jakarta.

C. Perbandingan Naskah
Dalam perbandingan ini penulis hannya mencamtumkan dua naskah yaitu naskah 104 dan 105 yang memberikan keterangan bahwa adanya tabahan, pengurangan, perubahan kata dalam naskah atau perbedaan gaya kalimat, dan diringkas menjadi lebih mudah untuk dipahami, tetapi intinya sama. Maka dari itu penulis paparkan sebagai berikut.
1. Isi naskah 104 mengenai kisah sebelum kelahiran Isa atau ketika Maryam diasuh oleh Nabi Zakaria sampai dibunuhnya seorang pemuda yang mirib dengan Isa.
2. Isi Naskah 105 lebih ringkas yaitu tidak sampai pada akhir cerita pada naskah 104 terbunuhnya seorang pemuda yang mirip dengan Isa.
3. Naskah 104 pada halaman 3 baris 17, 18 dari atas yang terjemahnya sebagai berikut: “Maka diberinya oleh Zakaria pengasuh Maryam tiga, empat orang perempuan yang sholeh.
4. Naskah 105 pada halaman 3 baris 8 dari atas yang berbunyi: “Diberi oleh Zakaria pengasuh empat orang perempuan yang sholeh-sholeh.
5. Naskah 104 pada halaman 4 baris 1-6 dari atas yang terjemahnya sebagai berikut: “Maka apabila balighlah Maryam itu dating kepada dua belas tahun umurnya, maka diajarkannyalah oleh Zakaria ilmu dan berbuat bakti kepada Allah Ta’ala. Maka diperbuatkannya akan Maryam oleh Zakaria suatu Masjid. Maka duduklah Maryam didalam masjid itu puasa pada siang hari, berdiri pada malam sembahyang.
6. Naskah 105 pada halam 4 baris 2-8 dan halaman 5 baris 1-2 berbunyi: “Hatta berapa lamanya maka sampaikanlah dua belas tahun umurnya Maryam, maka diajar oleh Nabi Zakaria ilmu berbuat ibadah kepada Subhanahu wata’ala. Maka diperbuatkannya oleh Zakaria suatu masjid. Maka disanalah Maryam duduk berbuat ibadat kepada Allah Ta’ala, puasa pada siangnya, berdiri sembahyang pada malamnya.
7. Naskah 104 yang meliputi 82 halaman yang bertulis tangan dari halaman pertama menyebut-yebut Zakaria serta mulai halaman 29 sampai 82 dipaparkan secara khusus mengenai Isa, dan Yahya.

D. Transaliterasi Naskah
Terjemahnya:
“Alkisah Zakaria Alaihissalam.
Adapun Zakaria menghimpunkan segala kaum Bani Israil akan mencari orang itu,
Maka mereka itu itupun menurut kata Nabi Zakaria Dan membawa imanlah akan nabi.
Maka tiap-tiap hari orang itu datang menghadap Zakaria.
Maka ujar Zakaria akan mereka itu kepada hal nabi yakni firman Allah Ta’ala,
Bahwasanya Allah Ta’ala memilih Adam dan Nuh segala keluarganya Imran dalam alam.
Maka diceritakan, apabila matilah ibu Maryam Dan bapanya,
jadi yatimlah Maryam, tiada beribu Dan berbapa.

Setelah itu berhimpunlah segala Zahid kaum Bani Israil Dan segala pendeta Dan segala Abid.
Maka adalah segala mereka itu di Baitulma’dis dua belas ribu Abid.
Maka adalah didalam mereka itu Nabi Zakaria terlebih dari pada segala mereka itu takutnya akan Allah Ta’ala.
Maka datanglah segala kaum Bani Israil berkata,
Bahwa Maryam itu Matilah ibunya Dan bapaknya,
Maka yatimlah ia, barangsiapa memeliharakan dia

E. Kesimpulan
Berdasarkan factor-faktor yang diuraikan yaitu faktor bahasa dan isi dapat ditarik kesimpulan bahwa naskah 104 itu lebih asli dari naskah 105 karena kedua naskah tersebut berasal dari koleksi Von de Wall, serta dalam segi bahasa yang digunakan naskah 104 lebih kental unsur terjemahan sedang naskah 105 lebih menggunakan bahasa yang mudah untuk dipahami atau perluasan dalam menceritakan sehingga mudah untuk dicerna, dan dalam segi pembuatannya pun lebih dahulu naskah 104 yang dibuat tahun 1845 Masehi sedang naskah 105 dibuat tahun 1862 Masehi.

F. Penutup
Demikian yang dapat penulis sampaikan mudah-mudahan bermanfaat, apabila ada salah dalam penulisan dan dalam penjelasannya, penulis memohon kritik dan saran yang membangun agar penulis lebih sempurna lagi dalam membuat makalah.

G. Daftar Pustaka
- Nalom Siahaan, Hikayat Zakaria, Jakarta: BPK Gunung Mulia.1974.
- Coll. V. d. Wall 104, Naskah Nabi Zakaria, 1845 Masehi.
- Coll. V. d. Wall 105, Hikayat Nabi Allah Isa dikandungkan ibunya Siti Maryam, 1862 Masehi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar